skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Berikut Pengertian Penyakit Kencing Manis Tipe 1 Menurut Para Ahli! Wajib Baca !

Berikut Pengertian Penyakit Kencing Manis Tipe 1 Menurut Para Ahli! Wajib Baca !

Berikut Pengertian Penyakit Kencing Manis Tipe 1 Menurut Para Ahli – Diabetes adalah penyakit kronis (menahun) yang terjadi ketika pankreas (kelenjar ludah perut) tidak memproduksi cukup insulin, atau ketika tubuh tidak secara efektif  menggunakan insulin. Sedangkan diabetes tipe 1 sendiri termasuk jenis diabetes dengan produksi insulin yang rendah.

Oleh karena itu diabetes tipe 1 disebut juga  diabetes ketergantungan insulin, atau dikenal dengan istilah penyakit autoimun diabetes dengan penyebab yang belum diketahui pasti.Kadar gula dalam darah biasanya dikendalikan oleh hormon insulin.

Jika tubuh kurang insulin, kadar gula darah akan meningkat drastis akibat terjadinya penumpukan, ini yang disebut hiperglikemia. Inilah yang terjadi saat seseorang menderita diabetes mellitus tipe 1.

Gejala Pada Penyakit kencing Manis Tipe 1

Gejala-gejala awal diabetes tipe 1 atau yang dikenal sebagai gejala klasik, yaitu:

  • Sering buang air kecil, terutama di malam hari (polyuria)
  • Sering haus (polydipsia)
  • Sering merasa lapar (polyphagia)
  • Selain itu juga dapat disertai gejala-gejala lain yang timbul tiba-tiba, antara lain:
  • Turunnya berat badan
  • Pandangan kabur akibat perubahan bentuk lensa pada mata
  • Kelelahan

Gejala diabetes tipe 1 dapat berkembang dan memburuk dengan cepat dalam beberapa minggu atau bahkan beberapa hari. Apabila penderita mengalami mual, muntah-muntah, napas dalam yang berat, napas berbau seperti buah-buahan, kehilangan nafsu makan, sakit perut, atau demam tinggi, segera temui dokter.

Penyebab Pada Penyakit kencing Manis Tipe 1

  • Ada salah satu teori yang mendeskripsikan bahwa terdapat sejumlah yang diduga merangsang respons autoimun yang akan menyerang sel-sel yang terinfeksi beserta sel-sel beta dalam pankreas. Misalnya, enterovirus, virus Epstein-Barr, virus rubella, rotavirus, serta virus gondongan.
  • Obat-obatan dan senyawa kimia. Terdapat sejumlah obat atau senyawa kimia yang dipercaya bisa menghancurkan sel-sel pankreas, yaitu pyrinuron serta strepzotocin.
  • Salah satu protein dalam gluten, yaitu gliadin, diduga berpotensi memengaruhi perkembangan diabetes tipe 1.

Cara Mendiagnosa Penyakit Kencing Manis Tipe 1

  1. Tes Urine dan Glukosa Darah untuk Menentukan Kandungan Glukosa

Dokter biasa akan meminta Anda untuk menjalani tes urine dan tes darah. Sampel urine akan dites untuk memeriksa kandungan glukosanya. Pada kondisi normal, urine tidak mengandung glukosa. Namun, zat tersebut akan menumpuk dan mengalir ke ginjal serta urine, jika Anda menderita diabetes. Dokter juga biasanya akan memeriksa apakah ada kandungan keton (senyawa yang mengindikasikan diabetes tipe 1 yang sudah berkomplikasi) dalam urine Anda.

Apabila terdapat glukosa dalam urine, Anda biasanya akan dianjurkan untuk menjalani tes darah guna memastikan diagnosis. Sampel darah Anda umumnya diambil sebanyak dua kali, yaitu glukosa puasa dan dua jam setelah makan.

Sampel darah untuk tes glukosa puasa akan dilakukan pada pagi hari setelah Anda berpuasa selama 8 hingga 12 jam. Anda kemudian akan diberikan segelas minuman yang mengandung kadar gula yang telah ditentukan.

Tepat dua jam setelahnya, sampel darah Anda akan kembali diambil untuk tes glukosa guna mengevaluasi aktivitas insulin dalam tubuh Anda.

  1. Tes HbA1c

Hasil pemeriksaan ini akan menunjukkan kadar gula rata-rata dalam darah pasien selama periode 2 hingga 3 bulan terakhir. Tingkat HbA1c dengan angka 6,5% atau lebih akan menandakan pasien mengidap diabetes. Tes ini juga dapat digunakan sebagai pemeriksaan awal  untuk orang yang berisiko mengidap diabetes.

  1. Tes Autoantibodi

Prosedur ini dapat digunakan untuk membedakan diabetes tipe 1 dan 2 sebelum pasien mengalami hiperglikemia.

Komplikasi Penyakit Kencing Manis Tipe 1

1. Diabetes Nefropati (Kerusakan Ginjal)

Ginjal memiliki jutaan pembuluh darah halus yang menyaring limbah dari darah. Jika pembuluh darah halus tersebut tersumbat atau bocor, kinerja ginjal Anda akan menurun.

Kerusakan parah pada ginjal dapat menyebabkan gagal ginjal. Apabila mengalami gagal ginjal, Anda akan membutuhkan dialisis (cuci darah) atau bahkan transplantasi ginjal.

2. Disfungsi Seksual

Diabetes dapat merusak pembuluh darah halus serta saraf. Karena itu, para penderita diabetes pria (terutama yang merokok) dapat mengalami disfungsi ereksi. Gangguan ini biasanya dapat diatasi dengan obat-obatan.

Sementara, penderita diabetes wanita juga berpotensi mengalami gangguan disfungsi seksual, seperti kepuasan seksual yang menurun, kurangnya gairah seks, gagal mencapai orgasme, rasa sakit saat berhubungan intim, serta vagina yang kering.

Penanganan pada penderita diabetes wanita yang mengalami kekurangan cairan vagina atau merasa sakit saat berhubungan intim dapat menggunakan pelumas atau gel.

3. Keguguran dan Lahir Mati pada Janin

Penyakit ini dapat membahayakan sang ibu maupun janin. Risiko keguguran dan kelahiran mati akan meningkat apabila diabetes ibu hamil tidak ditangani dengan saksama. Kadar gula darah yang tidak dijaga dengan baik pada masa awal kehamilan sang ibu juga bisa mempertinggi risiko cacat lahir.

Ibu hamil yang menderita diabetes dianjurkan untuk memeriksakan kondisi diabetesnya secara teratur ke rumah sakit atau klinik. Konsultasi rutin ini akan mempermudah dokter untuk memantau kadar gula darah sang ibu dan mengendalikan dosis insulin yang harus diberikan.

Apa Itu DiabetCare?

DiabetCare adalah formula herbal dengan harga ekonomis yang dapat mengatasi penyakit diabetes. Dengan penelitian formula herbal nanotechnology selama puluhan tahun membuat DiabetCare banyak dicari di dalam maupun luar negeri.

DiabetCare memiliki kandungan antibiotik alami yang mampu membersihkan racun dalam darah, memperbaiki sel-sel yang rusak (regenerasi sel), bersifat antipiretik, analgesic, dan diuretic. Sangat berkhasiat dan signifikan menurunkan gula darah.