skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Penjelasan Mengenai Diabetes Insipidus

Penjelasan Mengenai Diabetes Insipidus

Diabetes insipidus adalah kondisi yang cukup langka, dengan gejala selalu merasa haus dan pada saat bersamaan sering membuang air kecil dalam jumlah yang sangat banyak. Jika sangat parah, penderitanya bisa mengeluarkan air kencing sebanyak 20 liter dalam sehari.

Diabetes insipidus sendiri berbeda dengan diabetes melitus. Diabetes melitus adalah penyakit jangka panjang yang ditandai dengan kadar gula darah di atas normal. Diabetes insipidus, pada lain sisi tidak terkait dengan kadar gula dalam darah.

Gejala Pada Diabetes Insipidus

Gejala utama dari diabetes insipidus adalah selalu merasa haus dan sering buang air kecil dalam jumlah banyak. Anda akan selalu dihantui perasaan haus meski sudah minum banyak sekali air.

Jumlah urine yang dikeluarkan penderita diabetes tiap harinya adalah sekitar 3-20 liter, mulai dari kasus diabetes yang ringan hingga kasus yang paling parah. Kencing yang dialami penderita kondisi ini bisa sebanyak 3-4 kali per jam.

Gejala yang muncul di atas bisa mengganggu aktivitas sehari-hari maupun pola tidur Anda. Akibatnya akan muncul rasa lelah, mudah marah, dan sulit untuk berkonsentrasi dalam melakukan kegiatan sehari-hari.

Diabetes insipidus pada anak-anak mungkin lebih sulit untuk dikenali, apalagi anak tersebut belum bisa berkomunikasi dengan baik. Gejala pada anak yang menderita dengan diabetes insipidus adalah:

  • Mengompol pada waktu tidur
  • Mudah terusik atau marah
  • Menangis secara berlebihan
  • Suhu tubuh tinggi atau hipertermia
  • Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas
  • Kehilangan selera makan
  • Merasa kelelahan dan keletihan
  • Pertumbuhan lebih lambat

Pastikan untuk segera memeriksakan diri ke dokter jika Anda mengalami dua gejala utama dari diabetes insipidus, yaitu selalu merasa haus dan sering buang air kecil dalam jumlah banyak.

Penyebab Penyakit Diabetes Insipidus

  1. Diabetes Insipidus Kranial

Ini adalah kondisi ketika tubuh tidak menghasilkan cukup banyak hormon antidiuretik dan mengakibatkan banyaknya air yang terbuang dalam urine. Di bawah ini adalah beberapa penyebab paling umum dari diabetes insipidus jenis ini, yaitu:

  • Sekitar 16 persen kasus disebabkan karena cedera kepala parah yang merusak hipotalamus atau kelenjar pituitari.
  • Sekitar 20 persen kasus disebabkan karena komplikasi akibat operasi otak yang merusak hipotalamus atau kelenjar pituitari.
  • Sekitar 25 persen kasus disebabkan karena tumor otak yang merusak hipotalamus atau kelenjar pituitari.

Berikut ini beberapa penyebab ang lebih jarang terjadi.

  • Kanker otak
  • Kekurangan oksigen pada otak misalnya akibat stroke
  • Terjadinya infeksi yang merusak otak, misalnya ensefalitis dan meningitis
  • Sindrom Wolfarm merupakan kelainan genetik langka yang bisa menyebabkan kehilangan pandangan
  1. Diabetes Insipidus Nefrogenik

Ini adalah kondisi ketika hormon antidiuretik dihasilkan sesuai dengan kadar yang dibutuhkan oleh tubuh. Tapi organ ginjal tidak sensitif atau tidak merespons terhadap hormon ini.

Hormon antidiuretik normalnya akan mengirim sinyal pada jaringan nefron yang berada di dalam ginjal. Nefron adalah struktur kecil yang mengendalikan berapa banyak air yang diserap oleh tubuh dan berapa banyak air yang dikeluarkan dalam bentuk urine.

Bagi orang yang menderita diabetes insipidus nefrogenik, proses pengiriman sinyal ini terganggu. Akibatnya, orang yang mengalaminya akan selalu merasa haus karena urine terbuang dalam jumlah yang banyak. Diabetes insipidus nefrogenik sendiri terbagi menjadi dua jenis:

  1. Congenital nephrogenic diabetes insipidus atau dikenal dengan nefrogenik kongenital

Penderita diabetes nefrogenik kongenital terlahir dengan kondisi demikian. Terdapat dua jenis mutasi atau perubahan genetika yang menyebabkan diabetes insipidus nefrogenik kongenital, yaitu AVPR2 dan AQP2.

Mutasi genetika AVPR2 hanya bisa ditularkan dari ibu kepada putranya. Mutasi jenis ini terjadi pada 9 dari 10 penderita. Sedangkan mutasi genetika AQP2 terjadi pada 1 dari 10 kasus diabetes insipidus nefrogenik kongenital dan bisa memengaruhi baik laki-laki maupun perempuan.

  1. Acquired nephrogenic diabetes insipidus

Penderita jenis ini tidak terlahir dengan kondisi ini. Faktor penyebab acquired nephrogenic diabetes insipidus yang paling umum adalah efek samping lithium. Lithium sendiri adalah obat yang digunakan untuk mengobati gangguan bipolar.

Jika dikonsumsi dalam jangka panjang, sel-sel organ ginjal bisa rusak dan kemudian tidak lagi bisa merespons hormon antidiuretik. Hampir 50 persen orang akan mengalami diabetes nefrogenik jika mengonsumsi obat ini dalam jangka panjang. Pastikan untuk melakukan pemeriksaan organ ginjal tiap tiga bulan sekali selama Anda mengonsumsi lithium.

Penyebab lain dari kondisi ini selain lithium adalah:

  • Pielonefritis atau infeksi ginjal. Organ ginjal mengalami kerusakan karena infeksi.
  • Obstruksi saluran kemih. Terhambatnya satu atau kedua saluran kemih yang menghubungkan organ ginjal ke kandung kemih, seperti batu ginjal.
  • Jumlah kalsium berlebih dalam darah yang bisa merusak ginjal.
  • Jumlah potasium dalam darah sedikit, padahal semua sel dalam tubuh membutuhkan potasium untuk berfungsi dengan benar.

Apa Itu DiabetCare?

DiabetCare adalah formula herbal dengan harga ekonomis yang dapat mengatasi penyakit diabetes. Dengan penelitian formula herbal nanotechnology selama puluhan tahun membuat DiabetCare banyak dicari di dalam maupun luar negeri.

DiabetCare memiliki kandungan antibiotik alami yang mampu membersihkan racun dalam darah, memperbaiki sel-sel yang rusak (regenerasi sel), bersifat antipiretik, analgesic, dan diuretic. Sangat berkhasiat dan signifikan menurunkan gula darah.